sebuah pengakuan

draj1.jpgkebahagiaan hidup adalah sesuatu yang menjadi dambaan setiap manusia. Namun adakah parameter yang benar-benar bisa digunakan untuk menentukan bahagia atau tidaknya hidup seseorang. Apakah banyaknya harta, lengkapnya fasilitas berbanding lurus dengan kebahagiaan? apakah seseorang yang hidupnya pas-pasan, makan seadanya, dikatakan tidak bahagia? lalu dimana keadilan tuhan? kalau hanya melimpahkan kebahagiaan kepada hambanya yang kaya. Yang benar adalah bagaimanapun keadaan kita, kita masih bisa merasakan kebahagiaan. Karena hakikat kebahagiaan ada di dalam hati, bukan apa yang ada di tangan, di tabungan, ataupun di garasi, kebahagiaan hanya bisa dicapai dengan mensyukuri apa yang kita terima, menyandarkan hasil kepada sang pencipta. Manusia hanya diperintah untuk berusaha sebaik-baiknya. Sementara yang ia terima adalah karunia. Berbahagialah orang yang merasa hidupnya telah bahagia.

Pandanglah apa yang kita punya, istri yang setia, anak yang tertawa gembira. Tawa bukan hanya milik mereka yang berharta. Setiap orang berhak tertawa. Oleh karena itu bagi saudaraku yang hidup tak bergelimang harta, jangan sedih, tertawalah, bahagialah, nikmatilah,  terimalah kehendak tuhan, berprasangkalah yang baik kepada-Nya, ingat kehidupan bukan hanya di dunia fana ini.

One Response to sebuah pengakuan

  1. Arif mengatakan:

    setuju tu coy

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.